Webinar JKMC: “UMKM Mengubah Tantangan Menjadi Peluang”

Salam Sehat,
Seperti yang kita pahami bahwa pandemi COVID-19 ini telah memberikan dampak bagi kelangsungan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam waktu kurang dari dua bulan saja sejak maret 2020, pemain-pemain UMKM banyak yang tumbang dan kehilangan pasar akibat melemahnya daya beli masyarakat. Dilanjutkan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada aktivtas ekonomi disejumlah daerah yang akhirnya membuat para pelaku UMKM kehilangan akses terhadap pelanggannya.

Meski demikian, ada sektor UMKM yang justru meningkat saat pandemi seperti hobi produk outdoor dan indoor yang naik hingga 60%, produk kesehatan naik 90% dan produk makanan herbal naik 200% dan bahan baku naik 300% (CNBC, 29 April). Program mitigasi dampak terhadap UMKM dilakukan melalui dua skema, yaitu mekanisme ekonomi terhadap UMKM yang masih bisa bertahan dan mekanisme bansos yang UMKM-nya terutama di sektor mikro dan ultramikro yang tidak bisa lagi berjualan (Kompas, April 2020).

Kondisi ini menjadi sebuah tantangan yang perlu dihadapi bersama dengan mengasah kreativitas untuk mengubahnya menjadi peluang. Berbagai pihak ikut urun rembug memikirkan bagaimana UKMKM dapat kembali menjalankan roda aktivitasnya. Untuk itu, seperti apa dan bagaimana membaca situasi yang dirasakan “berat” ini menjadi sebuah peluang usaha.

Untuk itu mari ikut bergabung dalam webinar yang diadakan oleh Jaringan Katolik Melawan COVID-19 (JKMC) mengadakan Webinar khusus tema terkait UMKM pada Hari Sabtu, 6 Juni 2020, jam 15.00 – 17.00 dengan metode daring dengan link: http://bit.ly/WebinarJKMC.

Diskusi bersama dengan narasumber berikut ini:
1. Prof. Roy Darmawan, Ahli Kewirausahaan ASEAN – China, Profesor pada Guangxi University for Nationalities (China)
2. Ronald Walla, Ketua DPN UMKM/IKM, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO)

Silakan mendaftar di link berikut ini: http://bit.ly/DaftarWebinarJKMC

Kami tunggu bapak/ibu pelaku dan calon pelaku UMKM di acara tersebut! Salam Tangguh!