Berbagi Ruang Melalui Griya Karantina Wening

Salah satu persoalan yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah minimnya penerimaan masyarakat terhadap mereka yang pernah terkena atau turut menangani Covid-19. Mereka yang telah sembuh sering dipandang masih membawa risiko penularan virus. Begitu pula dengan para pekerja medis yang setiap hari berjuang di garis depan. Tidak mudah untuk melepas stigma itu dari masyarakat.

Menanggapi keprihatinan tersebut, Kampung Edukasi Watu Lumbung, bekerja sama dengan Yayasan Karinakas, mengubah kompleks Watu Lumbung menjadi Griya Karantina Wening. Sesuai namanya, Griya Karantina Wening ditujukan sebagai tempat karantina bagi siapa saja yang telah sembuh dari Covid-19 tetapi masih belum diterima oleh lingkungan masyarakatnya. Tempat ini juga menerima para pekerja medis yang mengalami pengalaman serupa, atau siapa saja yang berinisiatif untuk menjalani karantina mandiri.

Muhammad Boy Rifa’i, pendiri dan pengelola Kampung Edukasi Watu Lumbung, mengatakan bahwa kerja sama dengan Karinakas tersebut dibangun demi kemanusiaan. Selain itu, ia juga melihat peluang untuk membantu selama usahanya harus tutup sesuai aturan pemerintah.

Inisiatif ini didukung oleh Jesuit Refugee Service dan Dokter Katolik Jogja.

 

diolah dari laman Tribun Jogja: Tempat Wisata di Bantul jadi Lokasi Karantina Bagi Warga Terdampak Covid-19